Diksi dan Seni Bahasa Yang Merindu
Rabu,6 Mei 2026
Resume KBMN PGRI Gelombang 34
Hari Ke-8
Narasumber: Maydearly
Moderator: Mutmainnah
Oleh: Tini Suhartini
Perjalanan mengikuti KBMN PGRI Gelombang 34 bagi saya bukan sekadar mengikuti kelas menulis biasa. Setiap pertemuan menghadirkan cerita, ilmu, dan rasa yang sulit dilupakan. Pada pertemuan hari ke-8 ini, kami mendapatkan materi yang begitu hangat dan menyentuh bersama narasumber hebat, Ibu Maydearly, dengan moderator Ibu Mutmainnah yang memandu jalannya diskusi dengan penuh kesabaran dan kehangatan.
Resume ini saya tulis di perjalanan pulang, duduk di samping sahabat sejati saya, Ibu Anis Solihah, yang dengan setia menyetir malam itu. Di tengah lampu jalan yang berlarian di kaca mobil dan obrolan sederhana yang menghangatkan hati, saya kembali merenungkan begitu indahnya proses belajar menulis bersama keluarga besar KBMN 34.
Melalui materi yang disampaikan Ibu Maydearly, saya memahami bahwa bermain dengan diksi dalam menulis bukan sekadar memperindah kata-kata. Diksi mampu menghidupkan tulisan, menghadirkan rasa, dan membuat pembaca seolah ikut masuk ke dalam cerita yang kita tulis. Kata-kata yang dipilih dengan hati akan memiliki jiwa dan mampu menyentuh hati pembacanya.
Saya menyadari bahwa menulis bukan tentang menjadi paling pandai merangkai kata, tetapi tentang keberanian untuk terus belajar, terus mencoba, dan terus bertumbuh. Setiap materi yang diberikan membuka cakrawala baru bahwa tulisan mampu menjadi jejak perasaan, jejak pemikiran, bahkan jejak pengabdian.
Terima kasih saya sampaikan kepada Ibu Maydearly selaku narasumber yang telah berbagi ilmu dengan penuh ketulusan. Terima kasih pula kepada Ibu Mutmainnah yang dengan sabar memandu jalannya diskusi sehingga suasana belajar terasa hidup dan menyenangkan. Dan tentu saja terima kasih kepada seluruh peserta KBMN Gelombang 34 yang menghadirkan suasana belajar penuh semangat, kekeluargaan, dan inspirasi.
Malam itu saya pulang membawa rasa syukur sekaligus harapan. Harapan agar langkah kecil dalam dunia literasi ini tidak berhenti di sini. Saya ingin terus menulis, terus belajar, dan menjadikan tulisan sebagai ruang berbagi manfaat, sebagaimana seorang guru menanamkan ilmu dengan hati.
Diksi dan Kenangan
Oleh: Tini Suhartini
Malam berjalan perlahan
Lampu kota menetes di kaca kendaraan
Aku duduk di samping sahabat perjalanan
Bu Anis setia menggenggam kemudi kehidupan
Di antara lelah dan percakapan ringan
Terselip kenangan tentang perjuangan
Tentang kelas maya penuh harapan
Yang menyatukan hati dalam tulisan
Bu Maydearly menyalakan cahaya
Lewat diksi penuh makna
Mengajari kami merangkai rasa
Agar tulisan memiliki jiwa
Ibu Mutmainnah membersamai
Diskusi hangat sepanjang malam ini
Dengan sabar dan senyum yang berarti
Menghidupkan semangat literasi
KBMN bukan sekadar pertemuan
Ia hadir menjadi ruang penguatan
Saat kata-kata menemukan tujuan
Dan mimpi tumbuh dalam keyakinan
Ada tawa dalam setiap diskusi
Ada haru di balik untaian diksi
Ada semangat yang terus mengisi
Meski kadang rasa lelah menghampiri
Biarlah kenangan tetap tinggal
Menjadi jejak yang takkan pudar
Karena dari sebuah belajar
Lahir mimpi yang terus berkobar
KBMN Gelombang Tiga Puluh Empat
Kan selalu lekat di hati yang hangat
Bukan sekadar nama yang tercatat
Namun keluarga yang memberi semangat.2

Hebat masih bisa menulis diksi dalam kesibukan
BalasHapusterima kasih omyay yang selalu menjadi motivasi saya dalam menulis
HapusLuar biasa, mantap.
BalasHapusaamiin terima kasih
HapusKeren bunda.. Semangat yaaa
BalasHapussemangat selalu
BalasHapus