Postingan

Menjadi Cahaya yang Menyalakan Harapan

Gambar
 Menjadi Cahaya yang Menyalakan Harapan Kisah Kepala Sekolah Muda, Siti Muspiroh Di tengah derasnya perubahan dunia pendidikan, hadir sosok perempuan sederhana yang membuktikan bahwa kepemimpinan tidak selalu harus keras, tetapi harus memiliki hati yang kuat. Sosok itu adalah Siti Muspiroh, kepala sekolah muda kelahiran tahun 1982 yang sejak April 2022 mengabdikan dirinya sebagai pemimpin pendidikan dengan penuh ketulusan. Di sebuah ruang kerja sederhana di sekolah dasar, perempuan muda dengan tatapan teduh itu sering terlihat duduk di antara tumpukan buku, laporan, dan berkas administrasi. Wajahnya tampak tenang, tetapi di balik ketenangan itu tersimpan perjuangan panjang yang tidak semua orang mampu jalani. Banyak orang mengira kepala sekolah hanya tentang jabatan, rapat, atau memberi instruksi. Padahal sesungguhnya, kepala sekolah adalah orang pertama yang hadir ketika sekolah memiliki masalah dan menjadi orang terakhir yang pulang ketika semuanya belum selesai. Namun bagi Bu Si...

Menulis Buku Biografi dan Autobiografi

Gambar
  Resume KBMN PGRI Gelombang 34 Pertemuan Ke-15 Jum'at, 22 Mei 2026 Tema: Menulis Buku Biografi dan Autobiografi Nara sumber Ibu Lely Suryani,S.Pd.SD Moderator : Aam Nurhasanah,S.Pd Penulis: Tini Suhartini Kepala SD Negeri Neglasari 1 Kota Tangerang “Setiap Manusia Memiliki Cerita yang Layak Diabadikan” Kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang 34 kembali menghadirkan suasana belajar yang hangat, penuh makna, dan menggugah hati. Pada pertemuan ke-15 ini, peserta diajak menyelami dunia literasi melalui tema “Menulis Buku Biografi dan Autobiografi” bersama narasumber inspiratif, Lely Suryani, dengan moderator yang penuh semangat, Aam Nurhasanah. Sejak awal kegiatan, suasana grup WhatsApp KBMN sudah terasa hidup. Moderator membuka kegiatan dengan salam literasi dan pantun yang indah, mengajak seluruh peserta untuk berkarya sepenuh hati. Kehangatan itu semakin terasa ketika Ibu Lely hadir menyapa peserta dengan penuh kerendahan hati dan rasa syukur. Beliau menyam...

Dua Hati

Gambar
  “Ibu Kedua di Sekolah” Di tengah hamparan hijau kebun teh Gunung Mas yang sejuk dan menenangkan, dua perempuan itu berdiri berdampingan sambil tersenyum hangat ke arah kamera. Siapa pun yang melihatnya mungkin mengira mereka adalah ibu dan anak kandung yang sedang menikmati perjalanan keluarga. Padahal, mereka dipertemukan oleh sekolah, oleh pengabdian, dan oleh takdir yang indah bernama kebersamaan. Sosok berjilbab merah muda itu adalah Tini Suhartini, Kepala SDN Neglasari 1 Kota Tangerang. Di sampingnya berdiri Lala atau Yusro Halawanih, tenaga tata usaha yang selama ini menjadi bagian penting perjalanan sekolah. Namun hubungan mereka bukan lagi sekadar kepala sekolah dan staf. Waktu perlahan mengubahnya menjadi hubungan yang jauh lebih dalam: seperti ibu dan anak yang saling menjaga. Bu Tini bukan hanya pemimpin di ruang kerja. Ia hadir sebagai tempat bersandar ketika lelah datang, sebagai penguat ketika pekerjaan terasa berat, dan sebagai sosok yang selalu percaya bahwa setia...

OPS Sebagai Penjaga Data Administrasi Sekolah

Gambar
  Antara Tugas dan Makan Malam Menjelang malam yang indah, tampak tiga gadis manis para OPS tangguh sedang menikmati makan malam yang terlewat. Di sudut ruangan sederhana yang mulai sepi, cahaya lampu menemani tumpukan berkas, laptop yang masih menyala, serta suara ketikan yang sejak sore belum juga berhenti. Mereka adalah ibu Risma dari SDN Karanganyar 2, ibu Mae dari SDN Taman Sukarya, dan ibu Firly dari SDN Karangsari 1. Tiga perempuan hebat yang sehari-harinya akrab dengan data, laporan keuangan, aplikasi yang kadang sulit dipahami, dan tenggat waktu yang tidak pernah mau menunggu. Banyaknya administrasi dan laporan keuangan yang harus diselesaikan membuat mereka hampir melupakan makan malam. Jam dinding bahkan sudah mendekati larut malam, seolah memberi isyarat bahwa tubuh mereka sebenarnya lelah. Namun anehnya, di balik mata yang mulai berat, masih ada tawa kecil yang sesekali pecah di antara mereka. “Aduh… akhirnya selesai juga SPJ ini,” ujar Bu Mae sambil meregangkan tangan...

Anatar Tugas dan Makan Malam

Gambar
  “Antara Tugas dan Makan Malam” Malam itu udara Kabupaten Cianjur terasa sejuk. Hotel  Indo Alam  yang menjadi tempat berkumpulnya para peserta Bimtek pelatihan peningkatan kapasitas aparatur sekolah dasar negeri kota Tangerang 2026. Setelah seharian penuh mengikuti Bimtek Pengelolaan BOSP yang padat dengan materi, angka, laporan, dan berbagai aturan administrasi, tiga perempuan hebat akhirnya bisa menarik napas sedikit lebih lega. Di sebuah sudut tempat makan sederhana, tampak Ibu Risma dari SDN Karanganyar 2, Ibu Mae dari SDN Taman Sukarya, dan Ibu Firly dari SDN Karangsari 1 duduk melingkar di satu meja. Piring-piring makan malam tersaji di hadapan mereka. Ada sup hangat, nasi, lauk sederhana, dan pisang sebagai penutup. Tidak mewah, tetapi terasa begitu nikmat setelah hari yang melelahkan. Sesekali mereka tertawa kecil. Sesekali pula terdengar keluhan ringan tentang tugas yang menumpuk. “Kalau ingat laporan yang harus direvisi, rasanya pengin tidur saja seminggu,” uj...

Batik yang Berbeda Namun menyatukan

Gambar
  “Batik yang Belum Dimiliki, tetapi Hatinya Sudah Menyatu” Pagi itu di Kabupaten Cianjur terasa begitu damai. Udara dingin masih menyelimuti halaman penginapan tempat berlangsungnya Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Sekolah Dasar Negeri Kota Tangerang Tahun 2026. Di tengah kesibukan kegiatan, lima perempuan berdiri bersama dengan tawa yang hangat dan wajah-wajah penuh kebahagiaan. Di antara mereka, Hj. Ita dan Tini Suhartini tampak mengenakan batik dengan corak yang sama. Batik itu memang sudah direncanakan untuk dipakai bersama sebagai tanda kebersamaan. Namun rencana itu akhirnya berubah menjadi pelajaran indah tentang arti menghargai dan merangkul sesama. Sebab saat itu, Ibu Mintang, Ibu Tuti Pusharyati, dan Ibu Agus belum memiliki batik yang sama. Mereka adalah kepala sekolah baru yang masih menjalani perjalanan awal dalam amanah kepemimpinan. Masih belajar menyesuaikan langkah, masih membangun kepercayaan diri, dan masih berusaha menemukan tempat nyaman di tengah lingkung...

Dua Sosok Perempuan Tangguh

Gambar
 Di sebuah sudut Kabupaten Cianjur, pada pagi yang sejuk tanggal 22 Mei 2026, dua perempuan hebat duduk berdampingan sambil tersenyum hangat. Tidak ada yang menyangka, pertemuan itu bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan perjumpaan dua kepala sekolah dari korwil berbeda yang dipersatukan oleh jalan pengabdian dan hasil seleksi kinerja kepala sekolah. Mereka adalah Diah Sukmawati dan Tini Suhartini. Dua sosok perempuan tangguh yang sama-sama memahami bahwa menjadi kepala sekolah bukan hanya tentang jabatan, tetapi tentang perjuangan, kesabaran, dan ketulusan membangun masa depan anak-anak Indonesia. Awalnya mereka hanya saling mengenal nama. Bertemu dalam kegiatan, saling menyapa seperlunya, lalu kembali sibuk dengan tugas masing-masing. Namun waktu perlahan menjadikan keduanya lebih dekat. Di sela kegiatan dinas, pelatihan, dan perjalanan pendidikan, mereka mulai berbagi cerita tentang sekolah, guru, murid, bahkan tentang lelah yang sering disimpan di balik senyum seorang pemimpi...