Pemanfaatan AI Untuk Menulis


 

Pertemuan KE 19 KBMN PGRI Gelombang 34 

Penulis resume Tini Suhartini 
  • Tema: Pemanfaatan AI untuk Menulis: Menjadikan Teknologi sebagai Sahabat Literasi

  • Narasumber: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) – Guru Blogger Indonesia

  • Moderator: Dail Ma'ruf, M.Pd. (Pak Damar)

  • Waktu Pelaksanaan: Rabu, 3 Juni 2026

  • Pukul 19.00 WIB - 21.10 WIB 


1. Pembukaan & Testimoni Moderator

Acara dipandu oleh Dail Ma'ruf, M.Pd. (Pak Damar), yang merupakan alumni KBMN Angkatan 20. Beliau membagikan testimoni inspiratif mengenai perkembangan dirinya setelah bergabung dengan KBMN pada masa pandemi tahun 2021:

  • Berhasil mewujudkan mimpi menerbitkan beberapa Buku Solo dan puluhan Buku Antologi.

  • Membangun jaringan dan relasi akrab dengan para cendikiawan, dosen, guru besar, hingga rektor berkat statusnya sebagai penulis.


2. Profil Singkat Narasumber (Omjay)

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. merupakan Founder KBMN, Guru Informatika, sekaligus Wakasek di SMP Labschool UNJ Jakarta. Beberapa prestasi gemilang beliau antara lain:

  • Pemenang Pertama Naskah Buku Pengayaan (2009) dengan buku "Yuk Kita Ngeblog!".

  • Juara Pertama Lomba Blog Tingkat Nasional Pusat Bahasa Depdiknas (2009).

  • Guru Paling Ngeblog di Kompasiana (2012) dan Guru Penggerak Kemdikbud ristek Angkatan 7.

  • Penulis puluhan ribu artikel di berbagai media nasional serta kreator ribuan penulis di seluruh Nusantara.


3. Definisi dan Hakikat AI (Artificial Intelligence)

Menurut Omjay, AI (Kecerdasan Buatan) adalah teknologi berbasis komputer yang dirancang untuk meniru kemampuan berpikir manusia guna membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan mudah.

  • Analogi Sederhana: Jika manusia adalah sopirnya, maka AI adalah kendaraannya. Jika manusia adalah penulis, maka AI adalah sekretaris/asisten pintarnya.

  • Cara Kerja: AI tidak benar-benar memiliki perasaan, melainkan mengolah miliaran data yang ada dan menyajikannya berdasarkan pola tertentu.

  • Rekomendasi Aplikasi AI: ChatGPT, Gemini, Claude, Copilot, Perplexity AI, DeepSeek, Grok, Canva AI, dan Notion AI.


4. Manfaat AI dalam Dunia Menulis & Pendidikan

A. Bagi Penulis

  1. Mengatasi Kebuntuan Ide (Writer's Block): Memberikan alternatif topik atau puluhan ide judul dalam waktu singkat.

  2. Membuat Kerangka Tulisan: Menyusun judul, pendahuluan, sub judul (outline), hingga kesimpulan atau daftar isi buku.

  3. Membantu Riset Awal & Ringkasan: Mengumpulkan informasi dasar dan meringkas dokumen atau buku panjang dalam hitungan menit.

  4. Menyusun & Mengoreksi Kalimat: Memperbaiki tata bahasa, ejaan, struktur paragraf, dan konsistensi penulisan.

B. Bagi Guru/Pendidik

AI sangat mempermudah administrasi dan media ajar guru untuk membuat:

  • Perangkat Pembelajaran (Modul ajar, ATP, LKPD, rubrik penilaian).

  • Evaluasi Pembelajaran (Soal pilihan ganda, esai, soal HOTS, kisi-kisi, dan kunci jawaban).

  • Media & Administrasi (Presentasi PPT, infografis, program kerja, laporan kegiatan).


5. Tantangan dan Bahaya Penggunaan AI Tanpa Bijaksana

Walaupun sangat membantu, penggunaan AI memiliki risiko jika tidak disikapi dengan kritis:

  • Menjadi Malas Berpikir: Menurunkan kemampuan berpikir kritis akibat terlalu bergantung pada mesin.

  • Informasi Tidak Selalu Akurat: AI bisa memberikan data yang keliru (halusinasi), sehingga verifikasi dari sumber terpercaya tetap wajib dilakukan.

  • Kehilangan Identitas & Rasa: Tulisan yang sepenuhnya dibuat oleh AI akan terasa kaku, datar, dan kehilangan jiwa/karakter penulisnya.

  • Risiko Plagiarisme: Menyalin mentah-mentah hasil AI tanpa modifikasi dan tanpa mencantumkan referensi.


6. Prinsip Utama: Menulis dengan Hati

"AI bisa membantu kita menulis lebih cepat, tetapi AI tidak bisa menggantikan pengalaman dan hati seorang penulis."

Omjay menekankan bahwa tulisan akan menjadi hidup dan menyentuh pembaca ketika penulis memasukkan kisah nyata, emosi, refleksi, dan pelajaran hidup. AI tidak memiliki empati, tidak pernah merasakan perjuangan mengajar puluhan tahun, dan tidak bisa menangis atau terharu. AI memberikan data, namun manusialah yang memberikan makna.


7. Kesimpulan & Masa Depan Penulis

Masa depan literasi bukan milik mereka yang melawan teknologi, melainkan milik mereka yang mampu mengadopsi dan mengawinkan kreativitas manusia dengan kecanggihan teknologi. Bukan AI yang akan menggantikan penulis, tetapi penulis yang menggunakan AI akan mengungguli penulis yang menolak belajar teknologi.

Rumus Sukses Menulis di Era AI

Membaca +Berpikir+Menulis + AI+ Pengalaman Pribadi = Tulisan Berkualitas

Pesan Emas Omjay:

"Jadikan AI sebagai sahabat menulis, bukan pengganti berpikir."

"Menulis lah dengan hati, bukan sekadar dengan AI. Sebab teknologi dapat membantu menulis, tetapi hanya hati yang mampu menyentuh hati."

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Pendidik dan Pengajar

Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT. Andi Offset Yogyakarta

Ternyata Resume Bisa Jadi Buku!