Mengelola Majalah Sekolah
Resume Kegiatan KBMN PGRI Gelombang 34 Hari Ke-16
“Mengelola Majalah Sekolah”
Penulis: Tini Suhartini, S.Pd.
Kepala SDN Neglasari 1
Senin, 25 Mei 2026
waktu : 19.00-21.00
Narasumber : Widya Arema
Moderator : Mutmainnah
melalui zoom meeting
Topic: Kelas Belajar Menulis(KBMN) PGRI Gelombang ke-34 - MENGELOLA MAJALAH SEKOLAH
Time: May 25, 2026 19:00 PM Jakarta
Join Zoom Meeting
us06web.zoom.us/j/84111242371?pwd=tLOMnM1xIRMB0N5llTHB6A2zykjRbk.1
Meeting ID: 841 1124 2371
Passcode: MAJALAH
Pembuka Resume
Kegiatan Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) PGRI Gelombang ke-34 pada pertemuan ke-16 membahas tema “Mengelola Majalah Sekolah” dengan narasumber Widya Arema dan moderator Mutmainah. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Senin, 25 Mei 2026 pukul 19.00 WIB. Materi malam itu memberikan pemahaman yang sangat berharga tentang apa itu majalah sekolah dan bagaimana perannya dalam membangun budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Majalah sekolah adalah media informasi dan kreativitas yang dibuat oleh warga sekolah untuk warga sekolah. Majalah sekolah dapat menjadi tempat menyampaikan berita kegiatan sekolah, karya tulis siswa dan guru, artikel pendidikan, puisi, cerita pendek, hingga dokumentasi prestasi sekolah. Dengan adanya majalah sekolah, berbagai kegiatan dan kreativitas yang sebelumnya hanya tersimpan di ruang kelas dapat dikenal lebih luas oleh seluruh warga sekolah maupun masyarakat.
Sebagai kepala sekolah di SDN Neglasari 1, saya memahami bahwa majalah sekolah bukan hanya sekadar kumpulan tulisan dan gambar. Majalah sekolah adalah wajah sekolah yang menggambarkan semangat, kreativitas, dan budaya literasi yang hidup di lingkungan pendidikan. Melalui majalah sekolah, siswa dapat belajar berani menulis dan menyampaikan gagasan, sementara guru dapat berbagi pengalaman serta inspirasi dalam dunia pendidikan.
Narasumber menjelaskan bahwa majalah sekolah memiliki banyak manfaat. Selain menjadi sarana literasi, majalah sekolah juga dapat menjadi media komunikasi antara sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat. Berbagai informasi tentang program sekolah, kegiatan siswa, maupun prestasi guru dapat disampaikan dengan lebih menarik melalui majalah sekolah. Bahkan, majalah sekolah dapat menjadi media promosi positif yang menunjukkan keunggulan dan karakter sekolah.
Dalam pemaparannya, dijelaskan pula bahwa pengelolaan majalah sekolah membutuhkan kerja sama tim yang baik. Langkah awal dimulai dari menyatukan ide dan menentukan tujuan majalah, kemudian membentuk tim redaksi yang terdiri dari penulis, editor, fotografer, dan desainer. Setelah itu, sekolah dapat menentukan isi rubrik majalah sesuai kebutuhan dan kreativitas sekolah.
Saya sangat tertarik ketika narasumber menjelaskan bahwa isi majalah sekolah dapat dibuat sederhana namun tetap bermakna. Misalnya terdapat rubrik karya siswa, pojok prestasi, berita kegiatan sekolah, artikel guru, kuis edukatif, hingga cerita inspiratif. Dari penjelasan tersebut saya menyadari bahwa setiap sekolah sebenarnya mampu memiliki majalah sekolah sendiri apabila ada kemauan dan semangat bersama.
Sebagai kepala sekolah, saya merasa bahwa majalah sekolah dapat menjadi sarana untuk memotivasi guru agar lebih semangat menulis dan berkarya. Banyak guru memiliki pengalaman mengajar yang luar biasa, tetapi belum terbiasa menuangkannya dalam tulisan. Melalui majalah sekolah sederhana, guru dapat mulai belajar menulis sedikit demi sedikit. Tulisan-tulisan sederhana itu nantinya dapat menjadi inspirasi bagi siswa maupun rekan guru lainnya.
Selain itu, siswa juga dapat belajar percaya diri melalui majalah sekolah. Ketika hasil puisi, gambar, atau cerita mereka dimuat dalam majalah, akan tumbuh rasa bangga dan semangat untuk terus berkarya. Dengan demikian, majalah sekolah bukan hanya media bacaan, tetapi juga wadah tumbuhnya kreativitas dan karakter siswa.
Pada sesi tanya jawab, salah satu peserta dari Kota Tangerang menanyakan bagaimana cara menumbuhkan budaya membaca dan menulis di sekolah. Narasumber menjelaskan bahwa budaya literasi harus dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara terus-menerus. Guru dan siswa perlu didorong untuk mulai membaca dan menulis dari hal-hal sederhana agar kegiatan literasi menjadi kebiasaan yang menyenangkan.
Melalui kegiatan KBMN hari ke-16 ini, saya semakin memahami bahwa majalah sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Majalah sekolah bukan hanya media informasi, tetapi juga sarana membangun budaya literasi, kreativitas, kerja sama, dan rasa percaya diri seluruh warga sekolah. Saya berharap suatu hari nanti SDN Neglasari 1 dapat memiliki majalah sekolah sederhana yang lahir dari semangat bersama guru dan siswa untuk terus belajar, menulis, dan berkarya.







Komentar
Posting Komentar