Mempermudah Penulis bersama Penerbit Mayor PT. Andi Offset Yogyakarta


 Resume KBMN PGRI gelombang 34 

Senin, 11 Mei 2026

Menulis sebagai Jejak Kebaikan dan Inspirasi Guru

Resume Pertemuan Ke-10 KBMN Gelombang 34

Oleh: Tini Suhartini, S.Pd.
Kepala SD Negeri Neglasari 1 Kota Tangerang

Pertemuan ke-10 Kelas Belajar Menulis Nusantara (KBMN) Gelombang 34 memberikan pengalaman belajar yang sangat bermakna bagi saya, bukan hanya sebagai pribadi yang sedang belajar menulis, tetapi juga sebagai kepala sekolah yang memiliki harapan besar untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan pendidikan.

Tema yang diangkat pada malam itu, “Mempermudah Penulis Bersama Penerbit Mayor PT Andi Offset Yogyakarta”, menghadirkan wawasan baru bahwa menulis bukanlah dunia yang eksklusif hanya untuk penulis terkenal atau akademisi besar. Guru pun memiliki kesempatan yang sama untuk menghadirkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Materi yang disampaikan oleh Agus Subardana, S.E., M.M. membuat saya memahami bahwa penerbit mayor tidak semata-mata mencari tulisan yang sempurna. Mereka justru mencari naskah yang memiliki manfaat, dekat dengan realitas kehidupan, relevan dengan kebutuhan pembaca, dan ditulis dengan ketulusan hati.

Sebagai kepala sekolah, saya merasa materi ini menjadi pengingat penting bahwa guru sebenarnya menyimpan begitu banyak pengalaman berharga yang layak dibagikan kepada dunia. Setiap hari guru menghadapi berbagai cerita di ruang kelas: perjuangan mendampingi peserta didik, mencari strategi pembelajaran terbaik, menghadapi tantangan karakter anak, hingga menemukan kebahagiaan sederhana dari perkembangan peserta didik.

Sayangnya, banyak pengalaman luar biasa itu berhenti hanya sebagai cerita lisan dan tidak pernah dituliskan. Padahal, ketika pengalaman tersebut dituangkan dalam tulisan, ia dapat menjadi inspirasi, motivasi, bahkan solusi bagi guru lain.

Dalam sesi KBMN malam itu saya juga belajar bahwa hambatan terbesar seorang penulis sering kali bukan pada kemampuan menulisnya, melainkan pada rasa ragu terhadap dirinya sendiri. Takut tulisan dianggap kurang bagus, takut ditolak penerbit, atau merasa pengalaman yang dimiliki tidak cukup penting untuk dibaca orang lain.

Hal inilah yang menurut saya banyak dialami para guru. Padahal, guru adalah pelaku utama pendidikan yang paling memahami realitas pembelajaran di lapangan. Guru memiliki kisah nyata, pengalaman autentik, dan nilai-nilai kehidupan yang sangat layak untuk dibagikan melalui tulisan.

Saya sangat tersentuh ketika narasumber menyampaikan bahwa buku bukan sekadar produk cetak, tetapi media transfer ilmu, pengalaman, dan peradaban. Kalimat tersebut terasa sangat mendalam. Saya membayangkan betapa banyak praktik baik di sekolah yang akan hilang begitu saja apabila tidak ditulis dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Melalui KBMN, saya semakin yakin bahwa budaya menulis perlu terus ditumbuhkan di lingkungan sekolah. Menulis bukan hanya tentang menghasilkan buku, tetapi juga tentang membangun kebiasaan refleksi, berbagi praktik baik, dan meninggalkan jejak kebaikan melalui gagasan.

Sebagai Kepala SD Negeri Neglasari 1 Kota Tangerang, saya ingin menebarkan semangat kepada guru-guru bahwa setiap pendidik memiliki cerita berharga untuk ditulis. Tidak perlu menunggu menjadi sempurna untuk mulai menulis. Justru dari proses belajar menulis itulah guru akan terus berkembang, berpikir reflektif, dan semakin kaya dalam berbagi pengalaman pendidikan.

Saya ingin mengajak guru-guru untuk tidak lagi menyimpan tulisan hanya di laptop atau buku catatan pribadi. Tulisan yang dibagikan akan menemukan pembacanya sendiri. Bahkan pengalaman sederhana di ruang kelas dapat menjadi inspirasi besar bagi orang lain.

KBMN telah membuka pandangan saya bahwa ruang literasi bukan hanya tempat belajar merangkai kata, tetapi juga tempat membangun keberanian dan kepercayaan diri para guru untuk berkarya. Guru bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga penebar inspirasi melalui tulisan.

Semoga semangat literasi ini terus tumbuh di sekolah-sekolah, sehingga semakin banyak guru yang berani menulis, berbagi praktik baik, dan menghadirkan karya yang membawa manfaat bagi dunia pendidikan Indonesia.

Komentar

  1. Keren dan inovatif sangat bermanpaat bagi pengembangan literasi di sekolah juga sebagai sarana pengembangan kompetensi guru dan kepala sekolah.

    BalasHapus
  2. Sangat inovatif ,pengembangan literasi di sekolah dan pengembangan diri guru dan kepala sekolah sehingga tujuan dari pendidikan bagi masyarakat Indonesia dapat tercapai
    Dengan literasi membangun bangsa dan budaya membaca setiap saat yang menjadi kebutuhan pokok
    semangat dan semngat sukses selalu πŸ‘

    BalasHapus
  3. Tulisan ini sangat inspiratif dan penuh makna. Cara penyampaian refleksinya begitu hangat, mengalir, dan mampu menyadarkan bahwa guru sebenarnya memiliki begitu banyak pengalaman berharga yang layak dituliskan. Pesan tentang pentingnya keberanian memulai menulis terasa sangat kuat dan menyentuh, terlebih ketika dikaitkan dengan budaya literasi di sekolah. Semoga semangat yang luar biasa ini terus menular kepada para guru lainnya, sehingga semakin banyak praktik baik pendidikan yang terdokumentasi dan memberi manfaat luas bagi dunia pendidikan Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. komentar yang menggugah motivasi saya terima kasih ibu Ria

      Hapus
    2. komentar yang menggugah motivasi saya terima kasih ibu Ria

      Hapus
  4. Kreatif dan inovatif semangat bu tini terus menulis dengan karya yang baru

    BalasHapus
  5. sangat inovatif dan menginspirasi

    BalasHapus
  6. Tulisan ini sangat luar biasa dan memiliki tujuan agar pembaca khususnya guru memiliki rasa percaya diri dalam berbagi cerita berharga melalui sebuah coretan penuh makna. Dengan kata kunci 'mulai saja dulu' kata demi kata akan terangkai menjadi sebuah cerita inspiratif. Sukses selalu bunda Tini dan teruslah berbagi menebarkan karya terbaik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Bu Syifa ..hayuu mulai di bukukan tulisannya Bu Sifa

      Hapus
  7. Tulisan yang sangat informatif dan mengena pada pembacanya, mengubah cerita lisan menjadi sebuah tulisan bukan hal yang mudah tetapi Ibu Tini mampu mengemasnya dengan baik. Teruslah menginspirasi lewat tulisan ibu! 😊

    BalasHapus
  8. Keren Bu tini sangat inspiratif dan mampu dan pesan yg disampaikan sangat jelas serta menyentuh pembaca.Terus berkarya dan menghadirkan tulisan-tulisan hebat yang dapat memberi motivasi dan wawasan bagi banyak orang

    BalasHapus
  9. Tulisan yang sangat bermanfaat, menambah wawasan baru utk sy bu

    BalasHapus
  10. Tulisan ini sangat inspiratif, reflektif, dan sarat makna. Luar biasa, semoga semangat ini terus menular kepada banyak guru di Indonesia .

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin ya Rabb.. terima kasih Bu Ima..Hayuk kita menulis

      Hapus
  11. Tulisan ini menginspiratif dan bermakna dari sehelai kata hingga menjadi tulisan yang menumbuhkan semangat

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjadi Pendidik dan Pengajar

Ternyata Resume Bisa Jadi Buku!