Resume Hari ke 5 KBMN PGRI gelombang 34
📝 Menulis Dongeng dan Cerita Anak : Menyemai Imajinasi dan Karakter Anak (KBMN Hari Ke-5)
🌸 Pembuka
Pada hari kelima kegiatan KBMN PGRI Gelombang 34, saya kembali mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026 ini mengangkat tema menarik, yaitu “Membuat Dongeng dan Cerita Anak”.
Materi disampaikan oleh narasumber inspiratif Ibu Helwiyah dan dipandu oleh moderator Ibu Dyah Kusumaningrum. Sejak awal, suasana sudah terasa hangat dan penuh motivasi untuk terus belajar menulis.
📌 Inti Materi
1. Pengertian Dongeng, Fabel, dan Cerita Anak
Dongeng merupakan cerita fiksi yang bersifat imajinatif dan penuh khayalan. Sementara itu, cerita anak bisa berasal dari kisah nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Meskipun berbeda, keduanya memiliki kesamaan, yaitu menyampaikan pesan moral kepada pembaca, khususnya anak-anak.
2. Pentingnya Mendongeng untuk Anak
Membacakan dongeng sejak dini memiliki banyak manfaat, di antaranya:
Memperkaya kosa kata anak
Mengembangkan imajinasi
Menambah wawasan
Membentuk karakter positif
Hal ini menunjukkan bahwa peran guru dan orang tua sangat penting dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini.
3. Struktur Menulis Cerita
Dalam menulis dongeng dan cerita anak, terdapat struktur yang perlu diperhatikan:
Pendahuluan (tokoh dan latar)
Konflik
Klimaks
Penyelesaian
Pesan moral
Struktur ini membantu cerita menjadi runtut, menarik, dan mudah dipahami.
4. Teknik Menulis yang Menarik
Beberapa teknik yang dapat digunakan:
Menggunakan kata tiruan bunyi (onomatope), seperti “gubrak”, “kresek”, “prang”
Membuat dialog yang tidak terlalu panjang
Menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami anak
Teknik ini membuat cerita lebih hidup dan menyenangkan.
5. Praktik Menulis
Pada sesi praktik, peserta langsung menulis cerita anak dengan berbagai tema, seperti:
Kejujuran
Tanggung jawab
Persahabatan
Disiplin
Kegiatan ini melatih kreativitas sekaligus keberanian dalam menuangkan ide.
6. Tips dari Narasumber
Beberapa tips penting dalam menulis:
Buat kerangka cerita sebelum menulis
Sesuaikan dengan tema dan tujuan
Gunakan AI sebagai alat bantu, bukan ketergantungan
Tulislah dari hati agar pesan tersampaikan dengan kuat
💡 Insight Pribadi
Dari materi ini, saya menyadari bahwa menulis dongeng bukan sekadar bercerita, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan kepada anak-anak.
Saya juga semakin memahami bahwa tulisan yang baik adalah tulisan yang lahir dari hati, sehingga mampu menyentuh pembaca. Materi ini membuka wawasan saya bahwa sebagai guru, saya dapat berperan dalam membentuk karakter siswa melalui cerita.
🚀 Aksi Nyata
Setelah mengikuti kegiatan ini, saya berkomitmen untuk:
Mulai menulis dongeng sederhana untuk siswa
Membiasakan kegiatan mendongeng di kelas
Mengintegrasikan nilai karakter dalam cerita
Terus berlatih menulis secara konsisten
🌱 Penutup
Kegiatan hari kelima ini memberikan pengalaman berharga dalam menulis dongeng dan cerita anak. Tidak hanya memahami teori, tetapi juga langsung praktik menulis.
Semoga ke depan saya dapat menghasilkan karya cerita anak yang tidak hanya menarik, tetapi juga mendidik dan menginspirasi.
❓ Refleksi
Sudahkah kita memanfaatkan cerita sebagai media untuk membentuk karakter anak?

Twrima kasih rwsumwnya yang lwngkap
BalasHapusTerima kasih omjay
HapusLengkap bund
BalasHapusAamiin ya Rabb, terima kasih Bu Anis
HapusKeren
BalasHapus